Footnotes are not the main point, but it supports the main idea
7 Jul
Dari sebuah milis,.. dituliskan sebuah kisah tentang seorang engineer yang ingin resign dari pekerjaannya saat ini :
Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di
pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes
perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau
resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya,
manajer = M, dan prayitno = P
M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality
kamu?
P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh
karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan
kesehatan gak full
M = sebenernya mau kmu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani
2 company sebelum ini
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak,
wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho…. ya saya pilih yg
rewardnya lebih
M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward,
kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan
P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?
M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara
yg lain
P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum
saya
M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa
sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum
ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak
P = disini juga sama aja
saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2
gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik
dunk……
M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya
P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang
segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer
M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu
hanya mengejar “live”. No difference with kambing, Bekerja hanya untuk
bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih
mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri
P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari
orientasi “live” klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos,
pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company
yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang
“live exixtency”. So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat
pekerjaan saya
M = prayitno…. . klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2…. selalu
ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu
P = emang gak bakal abis pak…. karena itu, ngapain saya abisin disini?
mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape.
lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan ?
M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju
karena loyal
P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang
dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah,
terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya
gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka
harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak
yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada
mereka.
Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa
tas berat aja dicuekin
M = tapi dimana responsibility kmu?
P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas
awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk
menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan
untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan
uang masuk ke kantong pemilik saham.
Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling
utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.
M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan
P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil,
itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.
Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya
meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang
pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign
M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign…… ….
P = Nggak bisa pak…. kowe wis tuwo.Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai
background. …
12 Apr
Bekerja tidak dengan sepenuh hati, rasanya memang begitu mengganggu. Betapa tidak, untuk bisa mengerjakan sesuatu, kita seringkali membutuhkan motivasi sebagai bahan bakarnya, tapi seringkali motivasi tidak akan tumbuh kalau hati tidak menyatu. Butuh lebih dari sekedar keinginan untuk membuat semua berjalan dengan baik.
Hari ini, satu langkah lagi ke depan, manapaki hari yang tidak akan lagi terulang. Aku masih terus berusaha, untuk kembali menata segalanya, termasuk dalam menemukan lentera jiwa yang sepertinya mulai kentara..
24 Mar
Ada satu perkataan yang pagi ini begitu menyentuhku, ketika seseorang berkata.. “Kalo memang rizki kita ga akan kemana..”. Tiba-tiba kalimat yang dulu menurutku biasa, saat ini terdengar begitu berbeda..
Sepertinya kata “rizki” itu banyak mengalami perbedaan penafsiran. Rizki, apakah hasil dari suatu ikhtiar yang sesuai dengan syariah ? atau juga termasuk hasil dari gosok sana, gosok sini yang jelas-jelas ga sesuai dengan syariah ?
Makin hari makin banyak hal yang abu-abu,.. jadi ga ngerti mana yg hitam, mana yang putih.. Apakah memang kenyataannya saat ini begitu sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai dengan syariah ? Aku jadi berfikir, terlepas dari nilai-nilai agama.. pelacur pun masih lebih baik, toh sama-sama menghalalkan segala cara !
Ya Allah,.. kuserahkan padamu masalah ini.. Mohon, berikan padaku jalan keluar.
27 Feb
Kebetulan aku belom pernah berhubungan dengan Bilyet Giro. Klo sodaranya, yang dikenal sebagai “Cek” sih pernah.. agak shock juga sebelum mau lakukan pencairan di bank, cari-cari info dulu deh soal BG di internet. Ups,.. ternyata ada informasi bahwa BG pencairannya hanya bisa dilakukan pada tanggal yang tertera di warkat (kertas BG), padahal hari itu sudah lewat satu hari. Berbeda dengan Cek dimana pencairan bisa dilakukan hingga 90 hari sejak tanggal yang tertulis di kertas cek.
Akhirnya,.. karena semakin khawatir urusan makin panjang dan ga mau jadi makin kepikiran karena hal-hal yang belum jelas benarnya, langsung aja deh menuju bank mandiri. Ada beberapa pertanyaan yang ada dibenakku waktu itu :
1. Apakah BG dapat dicairkan di Bank lain (selain bank penerbit) ?
2. Apakah akan ada masalah dengan tanggal jatuh tempo itu ?
3. Biaya ???
Untuk pertanyaan-pernyataan tersebut, akhirnya 2 pertanyaan terjawab:
1. Ya, BG dapat dicairkan di bank lain, tidak harus penerbit. Tapi berbeda dengan cek, pencarian BG harus berupa pemindahbukuan (masuk ke rekening) tidak dalam bentuk tunai.
3. Biaya, ada sebesar Rp. 2000,- (mungkin beda bank beda biaya)
Tinggal satu pertanyaan lagi ni.. (2), status hari itu, tanggal efektif adalah hari ketika proses pencarian, cuma ga langsung masuk ke rekening, baru bisa masuk rekening tanggal 1 Maret (karena sabtu, minggu libur). Jadi masih penasaran ni.. mudah2an ga ada masalah..
Untuk poin nomor 2, akhirnya terjawab juga..
Ternyata proses pencairan berlangsung lancar, padahal secara tanggal sudah lewat satu hari. Tanggal efektif memang pada saat pencairan dilakukan di teller, tapi uang mulai masuk satu hari setelahnya. Karena waktu itu aku ke bank hari jumat, maka uang baru masuk ke rekeningku pada hari senin. Pfiuh,.. alhamdulillah.. semuanya lancar.
17 Jan
WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonigh.
Recent Comments