A Reflection of Life

Footnotes are not the main point, but it supports the main idea

Bahasaku.. nasibmu kini..

Belum lama ini aku pulang ke Jakarta. (Tapi kadang bingung juga, antara pulang dan berangkat, untuk saat ini jadi semakin ga jelas. Rumah ada di Jogja dan Jakarta,… dalam 1 minggu: 4 hari di jogja, 3 hari di jakarta). Tiba di stasiun gambir ada satu papan yang berisi tulisan himbauan menarik perhatianku. Sepintas aku baca semua normal, tapi koq ada yang kayaknya janggal.. ting ! ternyata ada penulisan yang tidak sesuai dengan EYD. Kata hubung “di” seharusnya dipisah dengan “dalam”, karena dalam menunjukkan tempat. Keherananku bukan pada penulisannya, tapi lebih pada koq bisa tulisan salah tetap terpasang di papan yang jelas-jelas tempat umum, banyak orang baca, apalagi mengingat Stasiun GAMBIR adalah stasiun besar di ibu kota negara RI ini.

Tulisan itu sepertinya merefleksikan gimana kondisi Indonesia saat ini. Toleransi kita memang sangat tinggi, tapi sayangnya termasuk juga ke toleransi terhadap kesalahan. Mungkin karena alasan “daripada tambah biaya untuk memperbaiki tulisan”, atau karena alasan “tidak tau apakah itu benar/salah”. Ketidakpedulian, juga sering kali menghinggapi bangsa ini. Tidak peduli dengan nasib orang lain, tidak peduli apakah ini tindakan ini benar atau salah, tidak peduli dengan kepentingan dan hak orang lain sering menjadi nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

Kasus tulisan itu, jadi mengingatkanku pada kasus larangan terbang maskapai Indonesia ke Eropa.. Indonesia terlalu menganggap enteng (baca: toleransi tinggi) pada kesalahan kecil. Jadi ya begitulah… memang, namanya musibah bisa terjadi di mana saja di luar kendali kita. Tapi, masalahnya yang terjadi di Indonesia, dalam dunia penerbangan yang jelas-jelas ratusan nyawa jadi taruhannya, toleransi pada lampu indikator yang mati masih tinggi.

Semoga, Indonesia, bangsaku ini bisa banyak belajar dari peristiwa yang ada.. Ah, pekerjaan yang sangat besar memang.. tapi setidaknya harus dimulai dari yang paling kecil, dan dari saat ini.. dari diri ini, dari detik ini..

Semoga..

  • 0 Comments
  • Filed under: General
  • Writing Bad News Letter

    This article is only available in Bahasa Indonesia

    Surat merupakan salah satu bentuk dari komunikasi tertulis. Seperti pada bentuk komunikasi lainnya, efektifitas komunikasi menjadi tujuan utama dari komunikasi melalui surat. Dikarenakan komunikasi tertulis lebih bersifat satu arah, maka banyak aturan-aturan/syarat-syarat yang harus dipenuhi supaya apa yang ingin disampaikan dapat diterima secara utuh, tanpa ada ambiguitas informasi oleh responden.

    Dalam menyampaikan berita baik, mungkin akan lebih mudah penyampaiannya dikarenakan kita tidak terlalu takut terhadap respon dari orang yang kita ajak berkomunikasi, apakah kabar yang kita sampaikan itu akan membuatnya sedih/kecewa karena cenderung orang lebih siap untuk menerima berita baik daripada buruk. Bagaimana dengan berita buruk ? Penyampaian berita buruk, sepertinya membutuhkan sedikit keterampilan sehingga berita buruk yang disampaikan dapat direspon secara positif oleh orang yang kita ajak berkomunikasi. Apabila kita menyampaikan berita tersebut apa adanya, seringkali justru makin memperburuk keadaan.

    Menyampaikan berita buruk secara tertulis, sepertinya lebih mudah daripada menyampaikan berita tersebut secara lisan, hal ini disebabkan oleh pemilihan kata dan cara penyampaian yang bisa kita telaah lagi, apakah sudah cukup baik atau belum. Apabila ternyata dirasakan kurang baik, masih bisa kita rubah sebelum sampai pada responden, sehingga terbaca tidak terlalu emosional atau bahkan terlalu melankolis.

    Bagaimana menyampaikan kabar buruk melalui tulisan ? ada beberapa poin yang bisa menjadi acuan untuk membantu penulisan surat kabar buruk :

    Pertama, pendahuluan adalah bagian yang sangat penting. Bagian ini menentukan bagaimana konteks berita buruk tersebut akan disampaikan, dan konteks sangat mempengaruhi terhadap bagaimana berita itu nantinya akan diterima oleh orang yang akan kita berikan kabar. Hindari penyampaian berita langsung pada berita buruk, tetapi coba didahului dengan sesuatu yang positif terlebih dahulu. Gambarkan hal-hal yang berlangsung dengan baik, atau sesuatu yang nantinya akan menjadi positif di masa mendatang (berkaitan dengan berita yang akan disampaikan).

    Kedua, letakkan berita buruk yang ingin disampaikan pada bagian tengah surat yang kita tulis. Jadi, misalnya surat kita terdiri dari 5 paragraf, letakkan berita buruk yang ingin disampaikan pada paragraf ke-3. Namun perlu diperhatikan, penulisan jangan sampai terkesan menutup-nutupi berita yang sebenarnya.

    Ketiga, setelah berita buruk disampaikan, sertakan pula pelajaran yang mungkin bisa diambil dari peristiwa tersebut, sehingga dapat menjadi perbaikan untuk masa mendatang atau menghasilkan satu strategi baru untuk terus melangkah ke depan. Hal ini menjadi semacam obat yang dapat, walaupun tidak menyembuhkan, mengurangi rasa “sakit� yang timbul. Pada bagian ini, poinnya adalah bagaimana bisa membuat kelemahan menjadi kekuatan.

    Keempat, akhiri surat tersebut dengan menyampaikan rasa simpati anda yang mendalam, bahwa anda sangat menaruh perhatian terhadap peristiwa tersebut. Cobalah untuk berempati, menempatkan diri anda pada posisi pembaca yang menerima kabar buruk tersebut. Menyampaikan apa harapan anda terhadap pembaca setelah mengetahui berita buruk tersebut, bisa juga dituliskan pada bagian ini.

    Kepercayaan adalah kata kunci dalam penyampaian berita buruk. Ketika kita menyampaikan berita buruk kepada seseorang, maka kepercayaan orang itu pada kita menjadi taruhannya. Apalagi apabila kondisinya sangat bertolak belakang, artinya pada saat yang sama kita justru memperoleh berita baik, apalagi pada konteks peristiwa yang sama. Karenanya, hindari kata-kata yang terbaca menggurui, sebaliknya gunakan kata-kata yang lebih bersifat empati.

  • 0 Comments
  • Filed under: General
  • Type A Secure Password

    It is almost known by all user of IT, that password play a significant role in keeping information secure. How the impact if a password fall to an undesired people is imaginable, especially when the information is high-valued.

    I’ve attend a seminar about security (IT), a speaker said, “if you want to have a secure password, than act it just like your toothbrush”. It was interested to heard that words.. a toothbrush. Firstly, acting just like a toothbrush means that we will not give it to other people (personal matter), because it is too sensitive consedering the tartar/dirt on teeth, :-) that we won’t share our cleaning tools to clean other’s. Secondly, it means that we will change it periodically, just like a toothbrush that we couldn’t use it for good.

    As complement from the analogy above, just write down a password with more than 10 charachters and put ASCII character(s) within. ASCII character is such as : æ, ∞, ╩, ☻, etc. This type of charachter is not easily translated by password decriptor.

    This article is available only in Bahasa Indonesia.

    Baru semalam aku membaca sebuah buku, “Kado Pernikahan Untuk Istriku”. Sebuah buku yang diberikan teman-teman sewaktu aku menikah dulu. Coba kembali merenungi kalimat demi kalimat yang diutarakan oleh Fauzil Adhim, pikiranku terbang ke Jakarta hingga tergambar sosok wajah istriku tercinta. :-)   Komunikasi menjadi kata kunci dari apa yang kubaca semalam itu. Pagi tadi, terjadi sedikit miskomunikasi antara aku dan istriku.. lewat bahasa tulisan memang kecenderungan miskomunikasi bisa lebih besar daripada bahasa verbal. Siang ini, lagi-lagi belajar komunikasi di kelas.. termasuk di email !!! komunikasi lagi-lagi jadi kata kuncinya. Entah hari ini sepertinya banyak sekali tema komunikasi kutemui,.. mungkin karena memang itu mungkin yang menarik perhatianku saat ini, atau bisa juga memang pada kenyataannya komunikasi melekat di setiap waktu kehidupan kita.

    Memang, kalau kita kembali melihat ke waktu-waktu yang telah lewat, komunikasi adalah makna esensi dari sebuah hubungan. Hubungan Internasional, bidang yang aku geluti dulu.. jelas-jelas sangat menjunjung tinggi arti penting komunikasi. Kalo dalam bidang TI, yang paling jelas keliatan adalah jaringan komputer, lebih jauh lagi komunikasi digital terjadi di setiap perangkat keras yang ada di dalam komputer itu sendiri.

    Komunikasi adalah langkah awal pembuka terciptanya satu hubungan, coba aja liat berawal dari kenalan… akhirnya sampe ke pelaminan juga. Tapi komunikasi juga yang akhirnya bisa mengakhiri semuanya, entah karena kurangnya kuantitas komunikasi atau bisa juga kurangnya kualitas komunikasi, satu hubungan bisa berakhir, mending kalo akhirnya baik, bisa juga malah jadi musuhan !. Yang terakhir itu yang menurutku terpenting, kualitas komunikasi, karena kualitas komunikasi akan menghasilkan komunikasi yang efektif.

    Apa itu komunikasi yang efektif ? Mungkin ada banyak definisi tentang ini, tapi yang jelas satu.. apa yang jadi maksud/tujuan yang ingin kita sampaikan bisa diterima seperti adanya ke orang/pihak yang diajak berkomunikasi.

  • 0 Comments
  • Filed under: General
  • Hello world!

    Thanks a lot for Wordpress for the got damned good idea, where make things are more easier on the web. Thanks also to my “distinghuised friend” Betha Aris, for letting me stay on his “space”.

    This is a place where all improvement will begin.. just a small effort to make a small difference. Realizing that every big thing comes from a small thing.

  • 3 Comments
  • Filed under: General
  • Calendar

    March 2010
    M T W T F S S
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

    Sponsor