Cirebon akhirnya terpilih jadi kota yang kami kunjungi selanjutnya setelah tepat pada tanggal pernikahan  setahun yang lalu, Bandung jadi kota tujuan kami.

Udah dua tahun, antara terasa dan tidak terasa waktu berjalan.. sejak saat itu pula udah banyak cerita bersama yang dilalui. Pernah terjadi perselisihan, kesalahpahaman yang melengkapi kegembiraan dan ketertauan hati kami. Beberapa tanda tanya yang masih samar diawal kebersamaan ini, satu demi satu mulai terjawab. Satu yg masih belum terjawab saat ini adalah.. bilakah datangnya sang buah hati ?

Ditulisan ini, aku ga mau bermaksud mencoba menjawab tanda tanya itu, tapi lebih pada catatan perjalanan kami kali ini.. ke kota cirebon.

Sejak bulan Juli 2008, aku mulai berpikir dan mencari ide,.. kemana ya kira-kira kota tujuan yang cocok untuk kembali melakukan perjalanan keluar kota untuk keluargaku yang notabene masih termasuk keluarga kecil, bahkan sangat kecil (suami & istri). Secara, banyak kota-kota besar di jawa ini sudah dikunjungi dan mau keluar jawa budget keuangan tidak memungkinkan. Akhirnya,.. aku mulai mencoba mempersempit penentuan kriteria dengan memilih kota-kota besar (bukan jaman ini, tapi jaman dulu..). lalu munculah Cirebon,.. sebagai kota pelabuhan yang besar di jamannya dulu. bahkan masuk dalam perhitungan VOC. Selain itu, pada masa kesultanan masih berkuasa, Cirebon sempat menjadi pusat tempat orang menuntut ilmu keagamaan dan kebudayaan.

Coba browsing-browsing di Internet tentang Cirebon,.. ketemu deh beberapa hal menarik dari Cirebon, seperti keraton Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan yang punya cerita/sejarah saling terkait satu sama lain. Tempat makan dengan beberapa menu yang khas juga dimiliki Cirebon, seperti Nasi Jamblang, Empal Genthong dan Nasi Lengko. Ok then,.. biaya ke cirebon juga masih affordable dan waktu untuk ke kota itu juga ga terlalu lama dari jakarta, sekitar 3 jam pake kereta. Akhirnya,.. Cirebon !