Footnotes are not the main point, but it supports the main idea
20 Dec
Flashdisk saat ini sudah bukan lagi media penyimpanan yang asing, nyaris kemana-mana media penyimpanan yang satu ini pasti dibawa-bawa. Ga punya komputer atau notebook pun, yang penting punya flashdisk dulu. Tapi ga jarang, karena pemakaian “bebas” media yang satu ini jadi sangat rawan, bahkan jadi media penyebaran virus.
Pas lagi browsing, kebetulan ada artikel menarik tentang memproteksi flashdisk, sumber ada dibagian bawah tulisan ini.
1. Membuat partisi Flashdisk jadi 2 bagian atau lebih.
2. Menggunakan tool/aplikasi untuk memproteksi USB Flashdisk.
Ada banyak sekali tool yang berfungsi untuk melindungi folder maupun file yang ada dalam storage device seperti:
Dari semua tool tersebut pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama yaitu memproteksi folder atau file dengan password sehingga orang lain tidak bisa mengakses folder tersebut atau virus tidak bisa menginfeksi folder atau file yang bersangkutan.
3. Meng’kompres’ data maupun Meng’enskripsi’ data
Biasanya setiap USB Flashdisk selalu disertai CD driver bawaannya, biasanya pula dalam CD driver tersebut ada tool untuk “Compression Support” maupun “Encription Support”. Namun jika kita tidak mendapatkan tool yang dimaksud kita dapat menggunakan tool lain seperti WinRar untuk melakukan kompresi dan memberikan password pada data yang dikompresi tersebut.
Sumber :
virtualcomp.wordpress.com; https://portal.telkomspeedy.com/index.php?act=artikeldetail&now=162
20 Dec
Dari sebuah tulisan tetangga, blom tau juga apakah ini memang bisa mempercepat koneksi ke internet. Tapi yang jelas, melalui settingan yang dirubah berikut ini, lebar bandwith yang diset di Windows XP bisa diubah menjadi lebih besar, default-nya hanya 20 % :
11 Dec
Agak melankolis memang, judul tulisanku kali ini. Tapi ya memang suasana saat ini mengingatkanku pada masa-masa di lorong dulu, ketika hari-hariku adalah TI, bergulat dengan kode-kode, diagram, alur bisnis proses, setting IP, tugas-tugas, presentasi, de el el.
Saat ini aku di Surabaya, untuk kedua kalinya bermalam di Inna Simpang. Koneksi internet untuk hotel ini sepertinya hanya ada di lobby, tidak ada di kamar. Namun demikian, agak lumayan santai suasana di lobby.. sambil bersama teman-teman dari KBI yang sedang mempersiapkan sistem yang akan disimulasikan besok. Suasana inilah yang membuatku kembali bernostalgi. Bermalam hingga larut, sambil asyik terus bergelut dengan kode-kode sambil mendengarkan musik-musik pop atau instrumentalia ringan, dengan segelas air putih yang selalu diisi ulang.
Antara IT dan HI, dua bidang itu yang menjadi fondamenku selama sekolah, namun nyaris tak satupun menjadi bidang pekerjaan yang aku geluti sekarang ini. HI, nyaris tidak pernah lagi aku sentuh karena pekerjaan juga jauh dari masalah politik luar negeri, apalagi soal keamanan dan perdamaian yang jadi core waktu kuliah dulu di HI, sedangkan TI masih cukup lumayan.. masih sering ada kegiatan, tugas, peristiwa, atau bahkan sedikit pekerjaan sampingan yang menyebabkan aku harus bersinggungan lagi untuk bertemu dengan TI. Lentera jiwaku,… masih sebuah misteri untukku.
8 Dec
Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Walillahilham..
Alhamdulillah,.. segala puji bagi-Mu ya Allah, Engkau telah mengijinkan kami dapat berqurban di tahun ini. Untuk kami, ini adalah qurban kali pertama yang dilakukan. Satu kambing disembelih di masjid belakang rumah, dan satu lagi ikut urunan
sapi untuk disembelih di Jogja. Pingin rasanya mo nyembelih sendiri kambing qurban itu, tapi.. tiba2 tiba ga tega rasanya, akhirnya ya udah deh dipercayakan saja sama sang penjagal. Ga terbayangkan gimana kebesaran iman dan ketaqwaan Nabi Ibrahim a.s. yang diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri, Ismail, a.s. Jauuuh.. padahal cuma kambing aja ga tega..
Ibadah Qurban memiliki kaitan yang kuat dengan Ibadah Haji. Hmm.. berkaitan dengan ibadah haji ini, ada satu yang cukup berbekas di benak ini. Bahwa esensi ibadah Haji adalah lebih dari sekedar kenikmatan ketika melakukan ibadah di tanah suci Mekah. Tanah suci tempat Rasulullah SAW lahir dan menjalankan da’wahnya. Di sana pula nabi Ibrahim pernah menapakkan kakinya untuk membangun kembali Ka’bah. Di sana pula, Siti Hajar, istri Nabi Ibrahim a.s., ibunda Nabi Islmail a.s pernah mencari-cari air ke dua bukit.
“Rasanya pingin kembali lagi ke sana”, itu kata bundaku sepulangnya dari tanah suci beberapa tahun lalu. Kenikmatan ruhani yang tidak terbilangkan untuk diukur dan digambarkan. Tapi esensi ibadah haji ternyata jauh daripada itu. Kenikmatan yang dirasakan merupakan jamuan yang diberikan Allah kepada para tamunya. Namun lebih daripada itu, haji menjadi sangat signifikan ketika sepulangnya para haji tersebut kembali ke tanah airnya masing-masing, ketika hidup bermasyarakat. Inilah salah satu contoh pula yang diberikan oleh Rasulullah SAW ketika merasakan kenikmatan yang tak terhingga bisa berada sangat dekat dengan Allah, ketika peristiwa Isra Mi’raj di langit ketujuh. Rasul dengan kenikmatan yang dirasakan itu justru ingat kepada umatnya,.. dan kembali ke kehidupannya. Cerita lengkapnya bisa dicari di literatur lain.
Semoga,.. ibadah haji dan qurban ini bisa menjadi momen penting khususnya bagi aku dan keluargaku untuk kembali mengukur diri, sejauh mana ketaqwaan ini,.. pengorbanan apa yang telah dilakukan untuk membuktikannya dan seberapa banyak keberadaan kita memberikan rahmat bagi lingkungan dimana kita berada ?
Recent Comments