A Reflection of Life

Footnotes are not the main point, but it supports the main idea

Archive for February, 2008

Single Digital Identity, kalimat sederhanya sih cukup login sekali bisa akses ke banyak halaman web tanpa harus login lagi (otomatis login). Udah bisa tuh… coba aja di OpenID.

Tulisan berikut disitasi dari situs resminya OpenID
(What is OpenID ?):

What is OpenID?

OpenID eliminates the need for multiple usernames across different websites, simplifying your online experience.

You get to choose the OpenID Provider that best meets your needs and most importantly that you trust. At the same time, your OpenID can stay with you, no matter which Provider you move to. And best of all, the OpenID technology is not proprietary and is completely free.

For businesses, this means a lower cost of password and account management, while drawing new web traffic. OpenID lowers user frustration by letting users have control of their login.

For geeks, OpenID is an open, decentralized, free framework for user-centric digital identity. OpenID takes advantage of already existing internet technology (URI, HTTP, SSL, Diffie-Hellman) and realizes that people are already creating identities for themselves whether it be at their blog, photostream, profile page, etc. With OpenID you can easily transform one of these existing URIs into an account which can be used at sites which support OpenID logins.

OpenID is still in the adoption phase and is becoming more and more popular, as large organizations like AOL, Microsoft, Sun, Novell, etc. begin to accept and provide OpenIDs. Today it is estimated that there are over 160-million OpenID enabled URIs with nearly ten-thousand sites supporting OpenID logins.

Who Owns or Controls OpenID?

OpenID has arisen from the open source community to solve the problems that could not be easily solved by other existing technologies. OpenID is a lightweight method of identifying individuals that uses the same technology framework that is used to identify websites. As such, OpenID is not owned by anyone, nor should it be. Today, anyone can choose to be an OpenID user or an OpenID Provider for free without having to register or be approved by any organization.

The OpenID Foundation was formed to assist the open source model by providing a legal entity to be the steward for the community by providing needed infrastructure and generally helping to promote and support expanded adoption of OpenID.

As Brad Fitzpatrick (the father of OpenID) said, “Nobody should own this. Nobody’s planning on making any money from this. The goal is to release every part of this under the most liberal licenses possible, so there’s no money or licensing or registering required to play. It benefits the community as a whole if something like this exists, and we’re all a part of the community.”

This statement continues to resonate today within the OpenID community.

Rapuh

Detik waktu terus berjalan berhias gelap dan terang,
suka dan duka, tangis dan tawa tergores bagai lukisan

Seribu mimpi, berjuta sepi hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa, dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepada-Mu yang terindah dalam hidupku

Meski ku rapuh dalam langkah, kadang tak setia kepada-Mu
Namun cinta dalam jiwa, hanyalah pada-Mu

Maafkanlah bila hati tak sempurna mencintai-Mu
dalam dada kuharap hanya dirimu yang bertahta

Detik waktu terus berlalu, semua berakhir pada-Mu…

(dari sebuah lirik yang dinyanyikan oleh Opick)

  • 0 Comments
  • Filed under: Reflection
  • Terimalah Taubatku…

    Wahai Tuhan,.. jauh sudah lelah kaki melangkah
    Aku hilang tanpa arah, rindu hati sinar-MuWahai Tuhan,.. aku lemah, hina berlumur noda
    Hapuskanlah, terangilah, jiwa di hitam jalanku

    Ampunkanlah Aku, Terimalah Taubatku..
    Sesungguh Engkau, Sang Maha Pengampun dosa

    Ya Rabbi, ijinkanlah aku kembali pada-Mu
    Meski mungkin takkan sempurna aku sebagai hamba-Mu

    Berikanlah aku kesempatan waktu,
    Aku ingin kembali.. kembali..

    Dan meski tak layak sujud pada-Mu,
    dan sungguh tak layak aku..

    Ampunkanlah aku, terimalah taubatku
    Sesungguhnya Engkau Sang Maha Pengampun dosa

    (dari sebuah lirik yang dinyanyikan oleh Opick)

  • 0 Comments
  • Filed under: Reflection
  • Hujan.. hujan dan hujan

    Baru aja mo melangkahkan kaki pulang dari kampus.. ternyata hujan udah lebih dulu membasahi jogja,.. hingga saat ini ketika tulisan ini dibuat.

    Aku ga mau membahas soal hujan, cuma rasanya agak menyesal juga ga pulang lebih cepat.. udah ujan, musola dikunci pula dengan alasan sering terjadi kehilangan.. Aneh aja sih, kenapa ga lemarinya, tempat segala sesuatu yang hilang berada, yang dikunci ? kenapa malah pintu yang dikunci. Ibarat sakit kudis, tapi kakinya sekalian dipotong.. aghh.. Kembali, sambil nunggu hujan reda so menulis ajalah..

    Hari ini aku kembali ke Jogja, setelah beberapa hari recovery di jakarta. Rasanya, jakarta makin parah aja, makin “ga layak” huni.  Tapi mo kemana lagi, karena kerjaan di sana.. ?! keluarga di sana ?! aghh..

    Kedatangan ke jogja kali ini kayak dikejar2 waktu.. betapa tidak : Pertama, kemarin Depdag udah nelpon  dan ternyata hari rabu minggu depan udah mulai masuk. Kedua, batas akhir pengumpulan naskah tesis tanggal 19 besok, berarti hanya dalam beberapa hari ini harus selesai dan dapat ttd dosen. Padahal,.. program blom rampung, uji tes juga belom.. Aggh.. bisa ga ya dalam dua tiga hari ini ? HARUS !!!! Jujur aja, setelah ketrima di depdag, kuliah TI koq jadi nothing to lose ya.. Mungkin karena jadi analis.. mo ga mau bakal sekolah lagi.. dengan studi HI ?!

    Besok tes TOEFL.. CBT.. for the first time.. blom ada persiapan, agghh…

    Desain si Ako, harus malam ini lagi !! tuluuung,.. aku mo ngerjain tesis nih !!!agghhh…

  • 0 Comments
  • Filed under: Reflection
  • Kembali dari RS

    Hari ini adalah hari kedua sejak terakhir aku bisa pulang dari Rumah Sakit. Terkapar di sana selama 4 hari membuatku praktis tidak bisa melakukan, “nyaris” apapun. Kegiatan sehari-hari hanya tidur, minum obat dan tidur lagi. Sesekali nonton tv, baca koran.. tapi badan dan pikiran rasanya berontak untuk berlama-lama, dan akhirnya tertidur kembali.

    Virus DengueAwalnya batuk-batuk,.. ga kunjung berhenti batukku itu, sampai aku khawatir jangan-jangan batuk radang paru2ku dulu kambuh lagi. Beberapa kali minum obat dan akhirnya ke dokter, batukku mulai reda.. Alhamdulillah. Sampai akhirnya senin, pagi hari badanku demam.

    Demam waktu itu sebenarnya kurasakan berbeda dari demam-demam yang pernah melandaku. Kembali aku minum obat flu,… demam mereda, tapi kembali lagi naik. Akhirnya kuputuskan untuk ke dokter. Waktu itu badan rasanya udah lemass.. aku dah siap untuk opname apabila memang begitu keputusan dokter. Entahlah, rasanya sakitku berbeda dari sakit2 yang pernah kurasakan. Sepulang dari dokter, nyaris tidak ada perubahan.. sampai akhirnya istriku datang dari jakarta, dan malam itu aku muntah2.

    Mungkin apabila aku tidak muntah2 yang membuat tubuhku sangat amat lemas, bahkan tenggorokanku terluka, aku tidak akan mengetahui kalau ternyata aku terserang Demam Berdarah. Saat itu hari keempat sejak aku pertama kali demam, dan ternyata hari keempat/kelima dalam siklus demam berdarah adalah masa2 kritis.

    Pagi dini hari, sekitar jam 3. Aku putuskan untuk ke rumah sakit, untungnya istriku dah ada bersamaku waktu itu,.. akhirnya aku dibawa ke rumah sakit, cek darah,.. dan ternyata Trombosit turun jauh sampai 53 ribu, dari batas minimal orang normal 150 ribu. Diagnosa : demam berdarah dan harus diopname. Ta ta.. pertama kali (dan semoga yang terakhir kali) aku terserang Demam Berdarah Dengue.

    Gejala

    Kalau di runut,.. gejala Demam Berdarah yang kualami pertama kali adalah demam. Beberapa hari demam ga kunjung turun, terus mulai membaik, tapi sangat sementara hanya sekitar 1 hari (sekitar hari ke-3) lau badan Panas Dingin.. trus Muntah-muntah (hari ke-4), menurut informasi yang kudapat masa ini adalah masa kritis. Oya, sempet juga diare sebelumnya. So, ketika mulai panas, sebaiknya segera ke dokter dan minta untuk cek darah..

  • 0 Comments
  • Filed under: Reflection
  • Calendar

    February 2008
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    2526272829  

    Sponsor