A Reflection of Life

Footnotes are not the main point, but it supports the main idea

Archive for the ‘Reflection’ Category

Orangtua atau Bos di rumah ?

Dari sebuah catatan rekan di facebook, meneruskan juga dari milis tetangga.
Sambil terus menunggu kapan hadirnya sang buah hati..

Orangtua atau Bos di Rumah?

Written By:
Dikutip langsung dari grup tetangga..semoga bermanfaat:
Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)

Ayah Bunda, dalam diri anak-anak Anda bisa jadi ada darah Anda. Hanya saja, tidak semua orangtua jadi orangtua sebenarnya untuk anak-anaknya, tapi hanya menjadi Bos Anak, yakni menjadi Bos di Rumah untuk anak-anaknya.

Bos Anak, membuat takut dalam diri anak-anaknya
Orangtua membangun kepercayaan anak-anak nya

Bos Anak sering mengatakan “Pokoknya Mama Papa Tidak Mau….”
Orangtua sering mengatakan “Mama Papa Sangat Senang Jika Kamu….”

Bos Anak sangat tahu bagaimana mengatur anak
Orangtua sangat tahu bagaimana membina anak

Bos Anak selalu mengendalikan anak
Orangtua membantu anak mengendalikan dirinya sendiri

Bos Anak berfokus pada keburukan anak
Orangtua berfokus pada kebaikan anak

Bos Anak bicara pada saat anak berantem
Orangtua bicara pada saat anak rukun

Bos Anak menguasai anak
Orangtua bekerjasama dengan anak

Bos Anak menyelesaikan hampir semua masalah anak
Orangtua melatih anak menyelesaikan masalahnya sendiri

Bos Anak sangat lihai menyalahkan saat anak bermasalah, mundur ke belakang
Orangtua rendah hati menemukan solusi bersama saat anak bermasalah, maju ke depan

Bos Anak mengatakan “lain kali jangan kayak gitu!” saat anak minta maaf
Orangtua mengatakan “Subhanallah, alhamdulillah, anak Mama Papa berlapang dada meminta maaf”

Bos Anak itu otoriter pada anak
Orangtua itu otoritatif pada anak

Bos Anak nonton tv pada saat anak belajar
Orangtua mematikan tv pada saat anak belajar

Bos Anak selalu menanyakan ‘bagaimana pelajaran kamu hari ini? Bagaimana nilaimu?’
Orangtua menanyakan ‘apa yang membuatmu tertawa hari ini di sekolah nak?’

Bos anak menceramahi anak ‘mama papa bilang apa, kamu sih banyak main, nilaimu jadi jelek begini, prestasimu turun!’
Orangtua bicara dengan anak ‘mama papa yakin kamu kecewa dan sedih dengan nilai belajarmu. Adakah yang bisa mama papa bantu agar nilaimu jadi lebih baik?’

Bos anak mengusir anak saat pulang kerja ‘sana jangan dekat-dekat, kamu tau mama papa kan cape!’
Orangtua merengkuh anak saat pulang kerja ‘sini anak-anakku. Siapa dulu yang mau bercerita?’

  • 0 Comments
  • Filed under: Reflection
  • Kelabu pun warna yang nyata

    Semakin bertambah usia, sepertinya batas antara benar atau salah, halal atau haram menjadi semakin pudar.  Namun bagiku tetap, ada batas yang jelas antara keduanya, hanya saja mulai banyak alasan-alasan pembenaran yang sepertinya menjadi suatu kelumrahan. Ini bukan lagi soal nilai, tapi mulai lebih kepada realitas.. realitas yang membuat dahaga jiwa.

    Apakah sulit mencari nafkah yang halal di jaman ini ? di masa ini ? di ruang lingkup pekerjaan ini ? Pertanyaan ini baru timbul setahun terakhir ini, karena pada masa inilah aku menemui banyak sekali sesuatu yang samar, bahwa rizki seringkali diukur pada banyak SPPD, proyek, jabatan, dan jumlah rupiah yang masuk. Seakan iri pada para penyanyi jalanan, penjual, yang  jelas antara hitam dan yang putih, bahkan kelabu pun adalah warna yang nyata jelasnya.

    Ya Allah, izinkanlah aku untuk dapat menerima rizki-Mu cukup hanya yang halal saja, yaitu rizki yang memang Engkau ridhoi.

    Dan mengenai pekerjaan ini,.. ku mohon untuk dapat kuserahkan pada-Mu saja sepenuhnya, karena aku tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan.

  • 0 Comments
  • Filed under: Reflection
  • Tahun 2009

    Klo tahun kemaren menjelang akhir tahun 2007 aku dan istri memantau perkembangan di tv,.. tahun ini dipenghujung 2008 aku online di internet sedangkan istriku asik online dalam mimpi2 di tidurnya.

    Taun Baru sebenernya bisa jadi momen yang tepat untuk jadi batu pijakan lagi, untuk melompat lebih tinggi (kata So7). Karena di titik tolak inilah kebanyakan kita bisa memutuskan lagi masa lalu dan kembali menyandarkan harapan di masa mendatang. Pun, karena  itu pula aku tidak ingin melepaskan momen ini untuk berlalu begitu saja. Walaupun hanya dengan duduk dan sesekali melihat ke tivi, atawa istriku yang sedang lelap dengan tidurnya. (karena baginya, cara paling istimewa menyambut tahun baru adalah dengan tidur :-) )

    Review and Outlook

    Mengutip The JakartaPost untuk kolom akhir tahunnya, sepertinya memang Review dan Outlook adalah “kajian” yang cukup pas untuk dilakukan dalam melepas 2008 dan menyambut datangnya suatu harapan baru di 2009. Aku mo coba ah mereview dulu, apa aja ya yang sudah berhasil dicapai di tahun 2008 lalu…

    1. Punya waktu lebih dari 1 satu bulan, akhirnya bisa bersama dan selalu bersama dengan istriku. Memang sejak menikah di tahun 2006, hingga awal 2008, baru kali itu aku bisa menghabiskan waktu bersama dalam 1 bulan. Sebelumnya ? paling banter 2 minggu, itu juga baru akhir2 taun kali.
    2. Keterima Kerja Kantoran. Ini terjadi di awal tahun 2008. Ketika banyak lamaran akhirnya membuahkan panggilan-panggilan tes. Mulai ASEAN hingga akhirnya Dep. Perdagangan. Masing inget juga sih kala itu, istriku meyakinkanku bahwa PNS bukan pekerjaan yang cocok buatku,.. ternyata benar ! he.. Btw,.. dimana ya Lentera Jiwaku ?! Ya Allah,.. ijinkanku untuk dapat bertemu dengan Lentera Jiwaku.
    3. M.Eng. Makin berat aja nih sebenernya,.. dapet gelar M.Eng. Jadi nama lengkapnya : Tomi Setiawan, S.IP, M.Eng (he.. cool juga)
    4. Qurban. Buat kebanyakan orang, mungkin ini hal yang sudah berkali-kali dilakukan, tapi tidak bagi aku. Di tahun ini, Alhamdulillah aku dan istriku bisa berqurban untuk pertama kalinya dengan ikut urunan sapi dan 1 ekor kambing.
    5. Mulai ikut Investasi, hasilnya dah bisa dirasain juga.. :-)
    6. de el el..

    Outlooknya,.. ? kucatat saja dibuku catatanku.

  • 1 Comment
  • Filed under: Reflection
  • Sering kali pernyataan itu yang aku baca atau dengar, ketika terjadi pergantian posisi.. entah promosi atau “sekedar” mutasi di institusi. Dan kali ini.. terjadi di tempat dimana aku berada. Ketika yang lain mengalami mutasi atau bahkan promosi, aku.. cukup migrasi, alias pindah meja dan bangku, karena alasan yang sederhana.. mendekati colokan kabel LAN, yang ternyata.. tidak pula berfungsi. Ah, bodohnya..

    Kembali ke pernyataan tadi.. jujur, aku coba mencermati.. apakah benar itu hal yang biasa ? sama biasanya dengan gempa yang sering melanda jogja ? atau banjir yang menggenangi jakarta, konon 5 tahun sekali ?

    Pergantian.. entah berarti besar atau tidak, pasti dilandasi suatu alasan yang kuat. Jadi,.. tetap buatku ini adalah kejadian luar biasa. Betapa tidak.. pergantian selalu saja diiringi dengan adanya harapan. Harapan yang berangkat dari suatu pelajaran..

    Semoga.. harapan ini bisa menjadi kenyataan..
    Semoga.. pergantian yang biasa ini, menjadi awal sesuatu yang luar biasa..
    Ada pelajaran yang dapat diambil dari semua ini, semoga..

  • 1 Comment
  • Filed under: Reflection
  • Bekasi, 2 Maret 2008

    Andaikan hidup dianalogikan dengan sebuah buku, maka mungkin aku mulai memasuki sebuah bab baru dalam sebuah buku kehidupan. Saat ini, waktu terasa begitu cepat berlalu, nyaris tidak terasa ternyata sabtu kemarin aku mulai kembali ke Jakarta setelah nyaris 10 tahun aku mulai hijrah ke Yogyakarta. Dalam kurun waktu itu, beberapa kali aku memang kembali ke Jakarta untuk beberapa saat, kemudian kembali lagi ke Jogja. Kala itu, hatiku masih merasa jogja adalah rumah, namun kali tidak lagi.

    Jakarta,.. aku kembali ke Jakarta. Jalan hidup memang kadang sulit sekali ditebak, ada kalanya semuanya nampak begitu jelas terlihat, namun sering kali kabut begitu pekat menyelimuti sehingga jarak pandang begitu dekat. Dikira akan begini, ternyata begitu..

    Departemen Perdaganganlah yang akhirnya menjadi jawaban dari tanda tanyaku selama ini, dibalik begitu banyak pertanda.. kemudahan-kemudahan dibalik kesulitan-kesulitan.

    Allah Yang Maha Mengetahui..

  • 1 Comment
  • Filed under: Reflection
  • Calendar

    March 2010
    M T W T F S S
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

    Sponsor