Footnotes are not the main point, but it supports the main idea
13 Mar
Perjalanan dinas kali ini memang dirancang agak berbeda dari biasanya, karena memang kadar kejenuhan di kantor udah agak tinggi ditambah ada peluang untuk membuat perjalanan kali ini jadi berbeda. (Ingat.. kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan..) hehe, bener betul itu ! So, kenapa ga sekalian aja itung2 refreshing, yang penting tugas dapat ditunaikan.
Tahap pertama, seperti biasa adalah planning. Karena mengingat perjalanan ke lampung sebenarnya adalah perjalanan dinas, maka urusan ini harus jadi prioritas teratas. Brarti, Perjalanan ke Lampung dimulai dengan jalur yang bisa dibilang ga terlalu memperhitungkan biaya dan pengalaman, yang penting sampe tujuan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya karena memang waktu yang dibutuhkan saat ini. Supaya kerja bisa maksimal, maka fisik juga ga boleh terlalu capek. Jadinya.. keberangkatan ke Lampung diputuskan melalui jalur udara. Selepas urusan dinas selesai, barulah it’s time to get the experience..
Keberangkatan
Setelah shalat subuh sambil berdoa juga supaya perjalanan ini lancar dan memiliki nilai, maka perjalanan ini dimulai. Aku sudah memutuskan untuk efisiensi biaya dan waktu, lebih baik naik Damri untuk menuju ke Bandara Soetta, maka dimulailah perjalanan ini bersama Vinci, motor merahku menuju Stasiun Gambir. Kalau dicoba hitung mundur, Pesawat Batavia yang akan membawaku menuju Lampung akan berangkat pukul 8.00, brarti perkiraan harus tiba di bandara pukul 7.00. Perjalanan dari Gambir sampai Bandara biasanya ga sampe satu jam, kurang lebih 45 menit. Brarti sebelum jam 6.00 aku harus sudah tiba di Gambir, karena biasanya Damri ga akan menunggu sampe jam keberangatannya untuk mulai meluncur ke bandara, klo udah penuh, langsung cabuut.. Pk. 05.15 tiba di Stasiun Gambir.
Everything runs as planned,.. jam 6 kurang aku udah sampe di Stasiun Damri, parkir vinci dulu di tempat yang rada aman dari hujan dan panas, pastikan segalanya terkunci dan aman.. lalu langsung menuju barisan Damri Bandara. Oya, kenapa dari bekasi aku memutuskan untuk naek Damri dari Gambir ? sebenernya di Bekasi juga ada lokasi pemberangkatan bis Damri Bandara, tapi karena rencana pulangnya nanti naek Damri juga dari Bandar Lampung ke Jakarta dimana pos pemberhentiannya di Sta Gambir, so this is it ! Oya, kita bisa juga nitipin motor atawa mobil di stasiun Gambir. Biayanya ? waduu.. ini hal vital yang lupa aku tanyain gimana itungannya. Yang jelas klo kemaren nitip motor dari Rabu pagi 05.45 sampe Jumat pagi 07.00 habisnya Rp. 24.000,- (brarti Rp. 500 /jam)
Aku akhirnya sampe di Bis sekitar pukul 5.50, kurang lebih perjalanan setengah jam dari Bekasi.. klo ga pagi gini, ga mungkin bisa begini, tau sendiri Jakarta kota yang sebagian besar aktivitas penduduknya dihabiskan di jalan (lebay mode on). Biaya Damri dari Gambir ke Bandara Rp. 20.000, jauh lebih murah daripada mesti naek taxi ke Bandara.
Sampe di Bandara sesuai perkiraan juga, jam 6.45 udah sampe di terminal 1B tempat Batavia ngepos. Bermodalkan e-ticket Batavia yang cuma SMS kode booking di Hape (belinya aja utang dulu huhuu.. – thanx buat Denny), aku tunjukin SMS itu dipintu masuk, dan langsunglah menuju counter check-in. Karena waktu masih agak lama, akhirnya sambil jalan2 n cari2 udara segar, setelah check in keluar lagi nyari ATM n Secangkir kertas kopi hangat (@ Rp. 5.000), beli di coffee machine, skg ada banyak yah mesin-mesin minuman ini di bandara Soetta, dulu mesin-mesin ini sempet banyak ditemui, trus hilang keberadaannya, skg muncul lagi di ruang-ruang publik Jakarta.
Delay.. lagi-lagi delay.. tapi ga terlalu lama, jadiya masih masuk batas toleransilah. Kita emang mesti masukkan perhitungan batas toleransi ini dalam setiap rencana perjalanan, apalagi menyangkut waktu, jadi sepertinya dalam perjalanan SD dulu ga cukup hanya toleransi umat beragama yang penting, tetapi juga toleransi bermasyarakat dan khsusnya waktu ;p . Kami akhirnya boarding sekitar pukul 8.10. Lama perjalanan dari CGK (Cengkareng – Jakarta) ke TGK (Tanjung Karang – Lampung) kurang lebih 30 menit. Waktu yang sangat singkat, hampir sama lamanya perjalanan sama Vinci dari rumah ke Gambir pagi tadi
[foto sampe bandara]
Alhamdulillah,.. akhirnya di Lampung. Karena ga bawaan hanya satu tas ransel (backpack) ga perlulah ngantri2 untuk ambil barang bagasi. Sampe bandara, langsung menuju pintu keluar, dan konfirmasi ke dinas bahwa kita sudah sampai di Lampung dan akan langsung meluncur ke kantor. Well,.. skg pertanyaannya adalah naek apa ni enaknya ??
Tiba di Lampung
Dari Bandara Radin Inten II klo mo ke pusat kota ada beberapa alternatif. Pertama tentunya, dijemput, naek taxi, naek angkot. Karena itungannya masih harus ada tugas dinas, akhirnya pilihan jatuh langsung ke Taxi. Ga susah cari taxi di bandara ini, ada banyak. Bisa langsung pesen selepas pintu keluar bandara atau coba jalan dikit ke arah kanan, di situ juga ada banyak taksi yang kayaknya lebih murah. Setelah berdiri sejenak memperhatikan situasi, kami berjalanan dikit ke kanan dan pesen taksi di sana. Tata.. sesuai perkiraan, biaya dari bandara ke kantor dinas di Jl. Cut Mutia Rp. 100.000,- Bandaranya emang rada jauh si.. jadi ya worthed lah.
Perjalanan ke kantor ga terlalu lama, klo ga salah jam 11-an kita sudah sampai di sana. mulailah menunaikan tugas. Bagian inimah di skip ajah.. membosankan !! haha..
Tour Lampung Day-1
Waktu itu jam menunjukkan pukul 14.00 (ato 15 ya ?!), setelah selesai urusan kantor, aku bersama B diantar ke penginapan kami. Penginapan ini sebenernya ga serta merta dipilih karena kebetulan lewat, tapi kita udah searching dulu informasi penginapan yang keliatannya suitable untuk kami. Syaratnya sederhana aja : nyaman, murah dan lokasinya strategis. Ada beberapa nama yang keluar, akhirnya pilihan jatuh di Hotel Kurnia 2, Jl. Raden Inten Bandar Lampung.
Hotel ini punya rate yang lumayan bagus, dengan harga kamar permalam Rp. 186.0o0 kami bisa dapat kamar yang twin bed, lengkap dengan AC, refrigerator, TV satelit dan Water Heater. Oya, ada free hotspotnya juga di ruang lobby (sayangnya kita baru nyadar terakhir.. pfiuh). Tadinya kita mo ambil yang 16oribuan permalam, bedanya tempat tidurnya yang model double bed dan letaknya di Lantai 4.
Daerah Jl. Raden Inten ini kayaknya memang lokasi yang strategis di Lampung. Hotel2nya bervariasi, dan tempat makan yang ada di daerah ini juga bervariasi, mulai dari kaki lima yang jualan pake tenda di pinggir jalan, warung makan prasmanan sampe makanan sekelas steak atau Pizza Hut ada di daerah ini, tinggal menyesuaikan selera dan dompet ajah. Kami waktu itu makan di AKA, rumah makan prasmanan yang lokasinya ada di depan Gramedia agak ke Selatan dikit. Tempatnya bersih, luas, prasmanan, dan harganya wajarlah, ga mahal. Tempat makan ini kayaknya buka sampe malem deh, waktu itu jam 10an aja masih buka dan terang benderang.
Supaya besok ga mikirin lagi pulang naek DAMRI dapet bangku apa engga, malem itu juga brarti harus beli tiket. Dari Hotel Kurnia untuk ke Stasiun (loket DAMRI ada stasiun kereta) bisa naek angkot ajah warna ijo, ongkos @ Rp. 2500 bisa langsung turun di depan stasiun. Harga tiket DAMRI jurusan Lampung- Jakarta untuk kelas Bisnis @ Rp. 109.000 (AC non-toilet), klo yg eksekutif Rp. 144.000 (AC-Toilet)
Tour Lampung Day-2
Hari kedua, hari terakhir di Lampung. Kalo mo ngunjungin tempat-tempat wisata di sini pasti seharian juga ga cukup, karena luasnya propinsi ini dan tempat wisatanya banyak dan tersebar di beberapa tempat. Mengingat keterbatasan waktu, nanti malam harus balik,
2 Jan
Lagi, momen tahun baru diramaikan dengan berbagai pijar kembang api, tiupan terompet, teriakan kegembiraan, dan.. sebagian lain menghabiskan waktu dengan bermuhasabah. Pun, tak jarang yang paling asyik malam tahun baru dilalui dengan tidur lelap (termasuk diriku
Sebenarnya menurutku agak salah merayakan malam tahun baru, karena moment ini justru menunjukkan berkurangnya kesempatan kita, mungkin lebih cocok merenungi malam tahun baru. Tapi yah.. setiap orang memiliki alasannya masing-masing, jadi ya nikmati sajalah..
19 Oct
Seringkali kita lupa tak sadarkan diri, terutamanya aku, bahwa dunia memang harus dikejar karena di sinilah saat ini kita hidup. Namun, akhirat pun harus dikejar karena di sanalah tempat kita kembali, bahkan untuk selama-lamanya.
Dan bukanlah satu kebetulan, kita semua memulai perjalanan belajar KuliahOnline ini ketika Sya’ban sudah akan berakhir dan berganti dengan Ramadhan..
7 Jul
Dari sebuah milis,.. dituliskan sebuah kisah tentang seorang engineer yang ingin resign dari pekerjaannya saat ini :
Alkisah ada seorang engineer bernama Prayitno,ST yg bekerja di
pabrik manufaktur elektronik Jepang, ni orang baru aja lolos tes
perusahaan BUMN yg mengelola gas alam (jelas gede duitnya) dan mau
resign, berikut ini perdebatannya dengan manajernya kita singkat aja ya,
manajer = M, dan prayitno = P
M = edan kowe yo prayitno, lagi S-2 dah mau resign, dimana morality
kamu?
P = morality saya ikut berlari bersama morality perusahaan, yg nyuruh
karyawannya lembur2 melebihi aturan pemerintah ampe sakit tapi tunjangan
kesehatan gak full
M = sebenernya mau kmu apa? dimana-mana kerja itu sama. Saya udah menjalani
2 company sebelum ini
P = karena kerja dimana2 itu sama, makanya saya gak ragu resign pak,
wong sama aja kok, cuma rewardnya yg beda tho…. ya saya pilih yg
rewardnya lebih
M = kenapa kmu gak mencoba profesional disini aja, klo alasannya reward,
kan nanti karir serta salary kamu juga bakal naik kalo kamu bertahan
P = kenapa saya harus nunggu, klo ada company yg nawarin itu skarang?
M = tapi sayang sekali, saya pandang kmu yg paling berpotensi diantara
yg lain
P = bapak udah ngomong gitu ke semua engineer yg resign sebelum
saya
M = tidak, ini serius, kmu memiliki potensi besar, disini kmu bisa
sukses! daripada kmu memulai lagi dari bawah di company lain yg blum
ketauan ntar disana kmu bakal sukses ato gak
P = disini juga sama aja
saya blum tau bakal sukses apa gak, wong namanya masa depan kok. Sama2
gak ketauan, tapi yg satu awalannya lebih baik, ya pilih yg lebih baik
dunk……
M = maksud kmu lebih baik itu apa? money? uang itu bukan segala2nya
P = klo emang begitu ngapain company costdown gaji saya, apa artinya uang
segitu untuk mempertahankan eksistensi engineer
M = Kta kan tidak hanya mengejar uang. Klo orientasi kmu hanya uang, kmu
hanya mengejar “live”. No difference with kambing, Bekerja hanya untuk
bertahan hidup, Kmu itu engineer!!!! harus berorientasi pada yg lebih
mulia, bekerja untuk berkarya, untuk mengembangkan diri
P = saya pengennya seperti itu, makanya saya resign. Gimana saya mau lepas dari
orientasi “live” klo tiap bulan saya harus pusing mikir bayaran kos,
pulsa, makan, ngirim ortu, nabung buat merit. Naaaa skarang ada company
yg nawarin itu, salary yg membuat saya tenang, tak berpikir lagi tentang
“live exixtency”. So, boleh dunk saya ambil untuk menaikkan derajat
pekerjaan saya
M = prayitno…. . klo kmu ngejar yg lebih baik, gak akan abis2…. selalu
ada yg lebih baik. saya sudah mengalaminya di 2 company terdahulu
P = emang gak bakal abis pak…. karena itu, ngapain saya abisin disini?
mending saya terus2an dapet yg lebih baik ampe brenti karena cape.
lagian Bapak juga nyatanya bisa brenti kan ?
M = inilah yg membuat bangsa kta gak maju2. Oportunis. Orang jepang maju
karena loyal
P = loyalitas tu kata2 pembenaran buat ngegaji orang
dibawah level pendidikannya pak. Betul jepang itu maju. Tapi lihatlah,
terjadi ketimpangan karir antara lelaki dan wanita. karena lelakinya
gila kerja semua, mereka jarang menemui anaknya, akibatnya istri2 mereka
harus mengimbanginya, ngalah keluar dari kerja buat nambal waktu bapak
yg hilang untuk anak2nya karena bokapnya lebih cinta kerja daripada
mereka.
Tanya deh cewek jepang, lelaki jepang tu paling gak romantis. Ce bawa
tas berat aja dicuekin
M = tapi dimana responsibility kmu?
P = responsibility tu apa pak? perasaan dulu saya pernah punya, pas
awal2 masuk disini, tapi kata2 itulah yg dijadikan pembenaran untuk
menindas saya. Atas nama responsibility, saya mengorbankan kesehatan
untuk ketepatan schedule launching produk yg jelas2 merupakan percepatan
uang masuk ke kantong pemilik saham.
Betul, manusia harus punya responsibility. Apa responsibility paling
utama? keluarga. Anak dan istri adalah amanah dari Yg Diatas.
M = kmu kurang bersyukur, masih banyak orang yg susah dapet kerjaan
P = saya dah diterima Pak, itu rejeki dari Yg Diatas, Klo gak saya ambil,
itu yg namanya gak bersyukur. Yg Diatas itu tau kebutuhan kta.
Makanya Dia memberi saya kerjaan baru, mungkin karena kebutuhan saya
meningkat. Selain itu, Yg Diatas juga memberi pekerjaan pada satu orang
pengangguran yg akan menggantikan posisi saya disini setelah resign
M = EDAN KOWE PRAYITNOOOOO! !!!! kalo gitu aku ikut kamu resign…… ….
P = Nggak bisa pak…. kowe wis tuwo.Cuma bisa ngelamar ke yg sesuai
background. …
Recent Comments