Ada satu perkataan yang pagi ini begitu menyentuhku, ketika seseorang berkata.. “Kalo memang rizki kita ga akan kemana..”. Tiba-tiba kalimat yang dulu menurutku biasa, saat ini terdengar begitu berbeda..

Sepertinya kata “rizki” itu banyak mengalami perbedaan penafsiran. Rizki, apakah hasil dari suatu ikhtiar yang sesuai dengan syariah ? atau juga termasuk hasil dari gosok sana, gosok sini yang jelas-jelas ga sesuai dengan syariah ?

Makin hari makin banyak hal yang abu-abu,.. jadi ga ngerti mana yg hitam, mana yang putih.. Apakah memang kenyataannya saat ini begitu sulitnya mencari pekerjaan yang sesuai dengan syariah ? Aku jadi berfikir, terlepas dari nilai-nilai agama.. pelacur pun masih lebih baik, toh sama-sama menghalalkan segala cara !

Ya Allah,.. kuserahkan padamu masalah ini.. Mohon, berikan padaku jalan keluar.