A Reflection of Life

Footnotes are not the main point, but it supports the main idea

Ikon Kuning pada Wampserver

Pernah menemukan masalah, aktifasi wampserver yang selalu gagal dengan indikasi ikon selalu offline atau berwarna kuning padahal sudah dicoba restart.

Kasus ini saya alami, ternyata disebabkan adanya konflik pada port antara yang digunakan Skype dan Wampserver. Coba matikan skype, lalu restart Wampserver.. kemudian silahkan aktifkan kembali skype.. Alhamdulillah semuanya dapat berjalan normal :)

Setting Proxy APT di Ubuntu

Untuk melakukan update linux di kantor yang pake proxy memang membutuhkan langkah setting yang sedikit panjang. Pertama coba lakukan melakukan perintah explore (ada di tulisan sebelumnya). Ternyata kadang hanya menyeting melalui “export” tidak bisa menyelesaikan masalah ketika kita menggunakan X servernya (desktop). Perlu dilakukan langkah tambahan :

1.    Edit file : /etc/apt/apt.conf

2.    Tambahkan perintah :

Acquire::http::proxy “http://[username]:[password]@[proxyserver]:[port]/”;

Done !!

  • 0 Comments
  • Filed under: Linux
  • Perjalanan ke Lampung

    Perjalanan dinas kali ini memang dirancang agak berbeda dari biasanya, karena memang kadar kejenuhan di kantor udah agak tinggi ditambah ada peluang untuk membuat perjalanan kali ini jadi berbeda. (Ingat.. kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya, tapi karena ada kesempatan..) hehe, bener betul itu ! So, kenapa ga sekalian aja itung2 refreshing, yang penting tugas dapat ditunaikan.

    Tahap pertama, seperti biasa adalah planning. Karena mengingat perjalanan ke lampung sebenarnya adalah perjalanan dinas, maka urusan ini harus jadi prioritas teratas. Brarti, Perjalanan ke Lampung dimulai dengan jalur yang bisa dibilang ga terlalu memperhitungkan biaya dan pengalaman, yang penting sampe tujuan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya karena memang waktu yang dibutuhkan saat ini. Supaya kerja bisa maksimal, maka fisik juga ga boleh terlalu capek. Jadinya.. keberangkatan ke Lampung diputuskan melalui jalur udara. Selepas urusan dinas selesai, barulah it’s time to get the experience..

    Keberangkatan

    Setelah shalat subuh sambil berdoa juga supaya perjalanan ini lancar dan memiliki nilai, maka perjalanan ini dimulai. Aku sudah memutuskan untuk efisiensi biaya dan waktu, lebih baik naik Damri untuk menuju ke Bandara Soetta, maka dimulailah perjalanan ini bersama Vinci, motor merahku menuju Stasiun Gambir. Kalau dicoba hitung mundur, Pesawat Batavia yang akan membawaku menuju Lampung akan berangkat pukul 8.00, brarti perkiraan harus tiba di bandara pukul 7.00. Perjalanan dari Gambir sampai Bandara biasanya ga sampe satu jam, kurang lebih 45 menit. Brarti sebelum jam 6.00 aku harus sudah tiba di Gambir, karena biasanya Damri ga akan menunggu sampe jam keberangatannya untuk mulai meluncur ke bandara, klo udah penuh, langsung cabuut..  Pk. 05.15 tiba di Stasiun Gambir.

    Everything runs as planned,.. jam 6 kurang aku udah sampe di Stasiun Damri, parkir vinci dulu di tempat yang rada aman dari hujan dan panas, pastikan segalanya terkunci dan aman.. lalu langsung menuju barisan Damri Bandara. Oya, kenapa dari bekasi aku memutuskan untuk naek Damri dari Gambir ? sebenernya di Bekasi juga ada lokasi pemberangkatan bis Damri Bandara, tapi karena rencana pulangnya nanti naek Damri juga dari Bandar Lampung ke Jakarta dimana pos pemberhentiannya di Sta Gambir, so this is it ! Oya, kita bisa juga nitipin motor atawa mobil di stasiun Gambir. Biayanya ? waduu.. ini hal vital yang lupa aku tanyain gimana itungannya. Yang jelas klo kemaren nitip motor dari Rabu pagi 05.45 sampe Jumat pagi 07.00 habisnya Rp. 24.000,- (brarti  Rp. 500 /jam)

    Aku akhirnya sampe di Bis sekitar pukul 5.50, kurang lebih perjalanan setengah jam dari Bekasi.. klo ga pagi gini, ga mungkin bisa begini, tau sendiri Jakarta kota yang sebagian besar aktivitas penduduknya dihabiskan di jalan (lebay mode on). Biaya Damri dari Gambir ke Bandara Rp. 20.000, jauh lebih murah daripada mesti naek taxi ke Bandara.

    Sampe di Bandara sesuai perkiraan juga, jam 6.45 udah sampe di terminal 1B tempat Batavia ngepos. Bermodalkan e-ticket Batavia yang cuma SMS kode booking di Hape (belinya aja utang dulu huhuu.. – thanx buat Denny), aku tunjukin SMS itu dipintu masuk, dan langsunglah menuju counter check-in. Karena waktu masih agak lama, akhirnya sambil jalan2 n cari2 udara segar, setelah check in keluar lagi nyari ATM n Secangkir kertas kopi hangat (@ Rp. 5.000), beli di coffee machine, skg ada banyak yah mesin-mesin minuman ini di bandara Soetta, dulu mesin-mesin ini sempet banyak ditemui, trus hilang keberadaannya, skg muncul lagi di ruang-ruang publik Jakarta.

    Delay.. lagi-lagi delay.. tapi ga terlalu lama, jadiya masih masuk batas toleransilah. Kita emang mesti masukkan perhitungan batas toleransi ini dalam setiap rencana perjalanan, apalagi menyangkut waktu, jadi sepertinya dalam perjalanan SD dulu ga cukup hanya toleransi umat beragama yang penting, tetapi juga toleransi bermasyarakat dan khsusnya waktu ;p . Kami akhirnya boarding sekitar pukul 8.10. Lama perjalanan dari CGK (Cengkareng – Jakarta) ke TGK (Tanjung Karang – Lampung) kurang lebih 30 menit. Waktu yang sangat singkat, hampir sama lamanya perjalanan sama Vinci dari rumah ke Gambir pagi tadi :)

    [foto sampe bandara]

    Alhamdulillah,.. akhirnya di Lampung. Karena ga bawaan hanya satu tas ransel (backpack) ga perlulah ngantri2 untuk ambil barang bagasi. Sampe bandara, langsung menuju pintu keluar, dan konfirmasi ke dinas bahwa kita sudah sampai di Lampung dan akan langsung meluncur ke kantor. Well,.. skg pertanyaannya adalah naek apa ni enaknya ??

    Tiba di Lampung

    Dari Bandara Radin Inten II klo mo ke pusat kota ada beberapa alternatif. Pertama tentunya, dijemput, naek taxi, naek angkot. Karena itungannya masih harus ada tugas dinas, akhirnya pilihan jatuh langsung ke Taxi. Ga susah cari taxi di bandara ini, ada banyak. Bisa langsung pesen selepas pintu keluar bandara atau coba jalan dikit ke arah kanan, di situ juga ada banyak taksi yang kayaknya lebih murah. Setelah berdiri sejenak memperhatikan situasi, kami berjalanan dikit ke kanan dan pesen taksi di sana. Tata.. sesuai perkiraan, biaya dari bandara ke kantor dinas di Jl. Cut Mutia Rp. 100.000,- Bandaranya emang rada jauh si.. jadi ya worthed lah. :)

    Perjalanan ke kantor ga terlalu lama, klo ga salah jam 11-an kita sudah sampai di sana. mulailah menunaikan tugas. Bagian inimah di skip ajah.. membosankan !! haha..

    Tour Lampung Day-1

    Waktu itu jam menunjukkan pukul 14.00 (ato 15 ya ?!), setelah selesai urusan kantor, aku bersama B diantar ke penginapan kami. Penginapan ini sebenernya ga serta merta dipilih karena kebetulan lewat, tapi kita udah searching dulu informasi penginapan yang keliatannya suitable untuk kami. Syaratnya sederhana aja : nyaman, murah dan lokasinya strategis. Ada beberapa nama yang keluar, akhirnya pilihan jatuh di Hotel Kurnia 2, Jl. Raden Inten Bandar Lampung.

    Hotel ini punya rate yang lumayan bagus, dengan harga kamar permalam Rp. 186.0o0 kami bisa dapat kamar yang twin bed, lengkap dengan AC, refrigerator, TV satelit  dan Water Heater. Oya, ada free hotspotnya juga di ruang lobby (sayangnya kita baru nyadar terakhir.. pfiuh). Tadinya kita mo ambil yang 16oribuan permalam, bedanya tempat tidurnya yang model double bed dan letaknya di Lantai 4.

    Daerah Jl. Raden Inten ini kayaknya memang lokasi yang strategis di Lampung. Hotel2nya bervariasi, dan tempat makan yang ada di daerah ini juga bervariasi, mulai dari kaki lima yang jualan pake tenda di pinggir jalan, warung makan prasmanan sampe makanan sekelas steak atau Pizza Hut ada di daerah ini, tinggal menyesuaikan selera dan dompet ajah. Kami waktu itu makan di AKA, rumah makan prasmanan yang lokasinya ada di depan Gramedia agak ke Selatan dikit. Tempatnya bersih, luas, prasmanan, dan harganya wajarlah, ga mahal. Tempat makan ini kayaknya buka sampe malem deh, waktu itu jam 10an aja masih buka dan terang benderang.

    Supaya besok ga mikirin lagi pulang naek DAMRI dapet bangku apa engga, malem itu juga brarti harus beli tiket. Dari Hotel Kurnia untuk ke Stasiun (loket DAMRI ada stasiun kereta) bisa naek angkot ajah warna ijo, ongkos @ Rp. 2500 bisa langsung turun di depan stasiun. Harga tiket DAMRI jurusan Lampung- Jakarta untuk kelas Bisnis @ Rp. 109.000 (AC non-toilet), klo yg eksekutif Rp. 144.000 (AC-Toilet)

    Tour Lampung Day-2

    Hari kedua, hari terakhir di Lampung. Kalo mo ngunjungin tempat-tempat wisata di sini pasti seharian juga ga cukup, karena luasnya propinsi ini dan tempat wisatanya banyak dan tersebar di beberapa tempat. Mengingat keterbatasan waktu, nanti malam harus balik,


  • 0 Comments
  • Filed under: General, Travelling
  • Aku pernah denger bahwa Windows7 udah punya segudang lagi driver-driver untuk perangkat keras yang saat ini beredar di pasaran, apalagi untuk keluaran yang baru2. Jadi singkatnya kita ga perlu lagi bersusah payah cari driver untuk bisa mengoperasikan perangkat keras (hardware) baru yang di-plug

    Lagi-lagi malam ini rada pening juga kepala ubek2 cari cara supaya modem ZTE MF627 yang ada logo Three (3) bisa diinstall di Windows7. Oya, modem ini ternyata rada murah lho, temenku beli aja harganya sekitar 267.000, coba deh ke toko online yang kabarnya harga2nya rada miring nih : jakartanotebook.com. Bukan promosi lho, cuma share info ajah..

    Well, langsung aja. Pas lagi install modem ini di windows7, aplikasi berhasil diinstal tetapi ternyata ada beberapa driver yang ga berhasil diinstall. Pas aplikasi dijalankan juga modem dan sinyal ga kedetek, coba telusuri, ternyata benar ada beberapa driver yang gagal diinstall. Setelah coba googling, ada solusinya di http://myrandommumblings.blogspot.com/2009/06/zte-mf-627-and-windows-7.html.

    Ditambah sedikit penyesuaian, kurang lebih langkah solusinya seperti ini :

    1.  Colok USB MODEM-nya ke komputer/notebook.
    2.  Install secara manual, buka aja Folder “Installer”
    3.  Klik kanan di “Setup” (application) > Troubleshoot compatibility > Try recommended setting
    4.  Klik tombol “Start the program”
    5.  Lalu muncul UAC Windows, klik aja “Yes”
    6.  Lalu, pilih “Repair”
    7.  Finish

    ALhamdulillah.. akhirnya modem itu berhasil didetek semua dan sinyalnya dapet.
    Time to surf the net !!

    Orangtua atau Bos di rumah ?

    Dari sebuah catatan rekan di facebook, meneruskan juga dari milis tetangga.
    Sambil terus menunggu kapan hadirnya sang buah hati..

    Orangtua atau Bos di Rumah?

    Written By:
    Dikutip langsung dari grup tetangga..semoga bermanfaat:
    Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari
    Direktur Auladi Parenting School/Pendiri Program Sekolah Pengasuhan Anak (PSPA)

    Ayah Bunda, dalam diri anak-anak Anda bisa jadi ada darah Anda. Hanya saja, tidak semua orangtua jadi orangtua sebenarnya untuk anak-anaknya, tapi hanya menjadi Bos Anak, yakni menjadi Bos di Rumah untuk anak-anaknya.

    Bos Anak, membuat takut dalam diri anak-anaknya
    Orangtua membangun kepercayaan anak-anak nya

    Bos Anak sering mengatakan “Pokoknya Mama Papa Tidak Mau….”
    Orangtua sering mengatakan “Mama Papa Sangat Senang Jika Kamu….”

    Bos Anak sangat tahu bagaimana mengatur anak
    Orangtua sangat tahu bagaimana membina anak

    Bos Anak selalu mengendalikan anak
    Orangtua membantu anak mengendalikan dirinya sendiri

    Bos Anak berfokus pada keburukan anak
    Orangtua berfokus pada kebaikan anak

    Bos Anak bicara pada saat anak berantem
    Orangtua bicara pada saat anak rukun

    Bos Anak menguasai anak
    Orangtua bekerjasama dengan anak

    Bos Anak menyelesaikan hampir semua masalah anak
    Orangtua melatih anak menyelesaikan masalahnya sendiri

    Bos Anak sangat lihai menyalahkan saat anak bermasalah, mundur ke belakang
    Orangtua rendah hati menemukan solusi bersama saat anak bermasalah, maju ke depan

    Bos Anak mengatakan “lain kali jangan kayak gitu!” saat anak minta maaf
    Orangtua mengatakan “Subhanallah, alhamdulillah, anak Mama Papa berlapang dada meminta maaf”

    Bos Anak itu otoriter pada anak
    Orangtua itu otoritatif pada anak

    Bos Anak nonton tv pada saat anak belajar
    Orangtua mematikan tv pada saat anak belajar

    Bos Anak selalu menanyakan ‘bagaimana pelajaran kamu hari ini? Bagaimana nilaimu?’
    Orangtua menanyakan ‘apa yang membuatmu tertawa hari ini di sekolah nak?’

    Bos anak menceramahi anak ‘mama papa bilang apa, kamu sih banyak main, nilaimu jadi jelek begini, prestasimu turun!’
    Orangtua bicara dengan anak ‘mama papa yakin kamu kecewa dan sedih dengan nilai belajarmu. Adakah yang bisa mama papa bantu agar nilaimu jadi lebih baik?’

    Bos anak mengusir anak saat pulang kerja ‘sana jangan dekat-dekat, kamu tau mama papa kan cape!’
    Orangtua merengkuh anak saat pulang kerja ‘sini anak-anakku. Siapa dulu yang mau bercerita?’

  • 0 Comments
  • Filed under: Reflection
  • Calendar

    September 2010
    M T W T F S S
    « Apr    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  

    Sponsor